smktujuhbelastmg@gmail.com
(0293) 491687
Temanggung - Baterai (aki) alat pemantau Gunung Api Sumbing di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, sempat hilang. Namun, saat akan diganti, aki tersebut ternyata sudah dikembalikan lagi ke tempatnya semula.
Hilangnya aki tersebut diketahui Rabu (12/1), sekitar pukul 19.12 WIB. Saat itu, petugas melihat data pada Stasiun Seismik Gedokan tidak muncul pada seismograf. Data terakhir diterima petugas pada pukul 17.13 WIB, diawali adanya gangguan pada stasiun seismik.
"Kemudian pada tanggal 14 Januari, petugas bersama satu porter dari PGA Sundoro-Sumbing melakukan pengecekan pada stasiun seismik Gedokan. Saat itu, ditemukan boks tempat aki yang ditanam di tanah telah dibongkar, kemudian tidak ditemukan aki (hilang)," ujar Ketua Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Sundoro-Sumbing, Yuli Rahmatulloh saat dihubungi detikJateng, Rabu (19/1/2022).
Yuli menerangkan atas hilangnya aki tersebut, petugas bermaksud mengganti dengan aki yang baru pada Selasa (18/1). Namun, petugas justru kaget saat menemukan kembali aki yang hilang.
"Kemarin petugas pengamatan baru ganti aki baru, ternyata sampai di lokasi atau stasiun, aki yang diambil sudah dikembalikan. Dikembalikan kapan kurang tahu, hari, dan jam berapa, yang penting tanggal 18 Januari kami ganti aki baru, sampai lokasi aki yang diambil atau yang lama sudah dikembalikan," kata Yuli.
Yuli menyebut, petugas akhirnya tetap memasang aki yang baru. Sementara aki lama dibawa menuju PGA.
"Yang baru (dipasang). Untuk yang lama kami bawa ke pos pengamatan, tapi kalau secara fisik atau tegangan aki yang lama itu masih normal," katanya.
Yuli mengimbau agar warga sama-sama menjaga alat pemantau yang ada. Dia mengingatkan keberadaan alat pemantau itu penting demi keselamatan warga yang tinggal di lereng Gunung Sumbing, baik yang berada di wilayah Wonosobo, Temanggung, dan Kabupaten Magelang.
"Imbauan pasti saling jaga karena untuk keselamatan semua khususnya yang ada di lereng Sumbing. Kalau Sumbing itu masuk tiga kabupaten meliputi Temanggung, Wonosobo dan Magelang. Aktivitas Sumbing sampai saat ini normal saja, seperti kegempaan vulkanik normal," pungkasnya.
---DeetikJateng---
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Salam sejahtera untuk kita semua.
Puji syukur ke hadirat Allah SWT, atas limpahan rahmat dan karunia-Nya, sehingga SMK 17 Temanggung terus dapat berkembang dan berkontribusi nyata dalam dunia pendidikan. Melalui media website ini, kami menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kepercayaan masyarakat Temanggung maupun daerah lain bahkan luar provinsi dan luar pulau kepada SMK 17 Temanggung.
Alhamdulillah, kepercayaan tersebut tercermin dari meningkatnya jumlah peserta didik dari tahun ke tahun secara signifikan. Bahkan di awal tahun 2026 ini, telah tercatat hampir dua kelas calon peserta didik yang sudah melakukan inden untuk Tahun Ajaran 2026/2027. Hal ini menjadi motivasi sekaligus tanggung jawab besar bagi kami untuk terus meningkatkan mutu layanan pendidikan.
Kepercayaan masyarakat tersebut tidak terlepas dari berbagai prestasi yang telah diraih oleh peserta didik dan sekolah, serta terjalinnya kerja sama yang erat dengan berbagai Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) dalam rangka penyerapan lulusan. Kami berkomitmen untuk menyiapkan lulusan yang kompeten, berkarakter, dan siap bersaing di dunia kerja.
Melalui program unggulan Skatuma Entrepreneurship, SMK 17 Temanggung membekali peserta didik agar siap berwirausaha, siap bekerja, maupun melanjutkan studi ke perguruan tinggi, termasuk kuliah sambil bekerja. Program ini dirancang untuk menjawab tantangan masa depan dan kebutuhan nyata di dunia kerja.
Akhir kata, kami mengundang adik-adik, saudara, dan sahabat semua untuk bergabung dan tumbuh bersama kami di SMK 17 Temanggung. Mari bersama-sama mewujudkan generasi unggul, berdaya saing, dan berakhlak mulia.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Hormat kami,
Kepala SMK 17 Temanggung